lara hati

suatu ketika kebencian akan berakhir,

kecurigaan ada batasnya,

rasa maaf akan menimbulkan perasaan rindu tak terperi.

suatu ketika,…..

Entah, bila dan dimana ????

Rasanya airmata dan tangisan sudah tak ada gunanya lagi,

karena rasa sakit ini sudah tak bisa lagi diredakan dengan tangisan.

Sumpah serapah hanya akan menambah sakit hati kita, dan menorehkan luka lebih dalam

lalu………

kadang diam menjadi pilihan, di dalam diamku kuingin lepaskan semua beban.

namun kini…..

didalam diamku aku semakin terpuruk,

bukan karena takut akan kehilanganmu,

tapi terlebih karena melewatkan sebuah tanggung jawab,

seperti yang pernah kau lontarkan padaku.

Diamku ternyata membuatmu semakin terluka…..

Explore posts in the same categories: The Poet and I

One Comment on “lara hati”

  1. setya Says:

    “hidup adalah perjuangan”..Jesus is the answer….


Comment: