Kembalinya Natal yang hilang.

Sudah menjadi tradisi bagi kami, cucu – cucu dan buyut dari mbah Tjokrosemito (Trah Tjokro) tiap Hari Raya Natal selalu berkunjung dan berkumpul dirumah embah, bermain, bersendau gurau sambil menikmati kue buatan mbah putri.
Hal tersebut kami lakukan semenjak kami masih kecil sampai remaja.

Selepas SMA kami sudah jarang bertemu, disamping sibuk dengan urusan masing- masing, embah juga sudah berpulang, rumah tempat kami berkumpul dulu juga sudah dipindah. Meski begitu kami masih tetap kontak satu sama lain. Dan kenangan Natal saat kami kecilpun pasti terekam dalam kalbu kami.

Hingga……….. tanggal 27 Desember 2009, kami mendapat undangan misa syukur Perayaan 40 tahun perkawinan Pak Dhe + Budhe R. Parlan Handonotjokro, dan kami Trah Tjokro bisa berkumpul kembali sekalian mengenang masa kecil kami……..duuuh bahagianya. Natal kami yang hilang telah kembali.

Ijinkan kami berbagi kebahagiaan dengan sobat, handai tolan, kerabat, kenalan, tetangga dan semua yang merayakan “ SELAMAT NATAL 2009 Damai dihati, damai di Bumi

Explore posts in the same categories: nostalgia

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.