Archive for the 'The Poet and I' Category

suatu senja

Februari 10, 2008

di sudut gereja sore ini

terpekur aku

merenung, merefleksi diri

aku malu dengan semua dosaku, ampunilah dosaku.

Tuhan terimalah tobatku,

Tuhan tuntun aku, kuatkan dan pegang terus tanganku.

Desember will be magic again

Desember 7, 2007

Saat Desember tiba,…………
kembali perasaanku diharu birukan
lembar – lembar kenangan yang telah lewat
pahit, manis, sedih, gembira, semuanya telah mewarnai hidupku

adakalanya kenangan pahit, susah dilupakan
terlebih kenangan manisnya.
tak harus menangis saat kita ingat kenangan sedih kita,
pun tak harus tertawa lepas saat gembira melanda
SENYUM cukuplah ungkapkan itu.

Desember…………
membawaku ke refleksi pribadi
sudah buat apa aku selama ini [...]

Buittenzorg

Mei 9, 2007

Berbekal kegalauan hati,
dan sisa rasa nyeri
kucoba merangkak lagi, menegakkan langkah.
Buittenzorg……..
Aku datang lagi,
ah……. belum banyak yang berubah.
Tapi tampak ada sedikit luka diwajahmu

Penat rasanya kaki ini,
Seharian membelai……jalanmu.
Namun biarlah, sbab bila bersamamu luka hati ini semakin berkurang
Buittenzorg………
Kenapa mesti padamu aku datang lagi
dan… kenapa hanya kamu yang selalu bisa mengerti
akan kegalauan ini.

Buittenzorg……….Buittenzorg……..Buittenzorg
biarkan aku datang lagi,
biar kucritakan kegalauan [...]

lara hati

Mei 5, 2007

suatu ketika kebencian akan berakhir,
kecurigaan ada batasnya,
rasa maaf akan menimbulkan perasaan rindu tak terperi.
suatu ketika,…..
Entah, bila dan dimana ????
Rasanya airmata dan tangisan sudah tak ada gunanya lagi,
karena rasa sakit ini sudah tak bisa lagi diredakan dengan tangisan.
Sumpah serapah hanya akan menambah sakit hati kita, dan menorehkan luka lebih dalam
lalu………
kadang diam menjadi pilihan, di dalam diamku [...]