suatu senja

di sudut gereja sore ini

terpekur aku

merenung, merefleksi diri

aku malu dengan semua dosaku, ampunilah dosaku.

Tuhan terimalah tobatku,

Tuhan tuntun aku, kuatkan dan pegang terus tanganku.

Iklan
Explore posts in the same categories: The Poet and I

2 Komentar pada “suatu senja”

  1. FraterTelo Says:

    Inggih sugeng pitepangan, Pak Petrus.

    Berbahagialah kita yang masih punya rasa malu di hadapan Allah, karena kita tidak akan pernah dipermalukan.

    Inggih Frater

  2. mei Says:

    lama saya tak merasakan syahdu lagi kala d gereja =(


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: