Archive for the ‘nostalgia’ category

Kembalinya Natal yang hilang.

Desember 28, 2009

Sudah menjadi tradisi bagi kami, cucu – cucu dan buyut dari mbah Tjokrosemito (Trah Tjokro) tiap Hari Raya Natal selalu berkunjung dan berkumpul dirumah embah, bermain, bersendau gurau sambil menikmati kue buatan mbah putri.
Hal tersebut kami lakukan semenjak kami masih kecil sampai remaja.

Selepas SMA kami sudah jarang bertemu, disamping sibuk dengan urusan masing- masing, embah juga sudah berpulang, rumah tempat kami berkumpul dulu juga sudah dipindah. Meski begitu kami masih tetap kontak satu sama lain. Dan kenangan Natal saat kami kecilpun pasti terekam dalam kalbu kami.

Hingga……….. tanggal 27 Desember 2009, kami mendapat undangan misa syukur Perayaan 40 tahun perkawinan Pak Dhe + Budhe R. Parlan Handonotjokro, dan kami Trah Tjokro bisa berkumpul kembali sekalian mengenang masa kecil kami……..duuuh bahagianya. Natal kami yang hilang telah kembali.

Ijinkan kami berbagi kebahagiaan dengan sobat, handai tolan, kerabat, kenalan, tetangga dan semua yang merayakan “ SELAMAT NATAL 2009 Damai dihati, damai di Bumi

The Last Roses Of Summer.

Mei 30, 2009

Entah sudah berapa kali lagu ini kuputer via MP3ku, ada sesuatu yang menyentak – nyentak dalam relung bathinku saat mendengar lagu ini. Kebetulan aku punya 3 versi lagu ini: Nana Mouskuri, Haylay Westenra berduet dengan Me’av dan versi Me’av sendiri, satu versi lagi belum bisa ku convert dari kaset audio, yaitu versi instrumental yang ada di album Civita 2.

Kuakui lagu ini bisa sangat mengharu birukan perasaanku, apalagi saat merasa gundah dan sendirian.
Oh ya di bulan Mei ini lagu tersebut juga jadi pengobat kerinduanku ke sebuah tempat devosi dekat rumah di kampung. So…??? I thank God for this, juga kuhaturkan terimakasihku pada penggubah lagu ini,……. (lebih…)

When I Kissed The Teacher ( Nostalgia SMA)

Februari 3, 2009

Kali ini salah satu judul lagu ABBA kujadikan judul (juga) postinganku. Kejadiannya memang seperti kisah di lagu itu, tapi alur ceritanya beda dikit.

Setting cerita terjadi saat aku duduk di bangku es em a kelas dua naik ke kelas tiga ( gek poll ndugale ), bermula saat pergantian tahun ajaran baru, aku ingat pasti harinya jum’at, saat itu tiap hari jum’at sekolahku pakai baju bebas (tapi sopan & rapi dooong ), dan di kantor guru kedatangan seorang “dewi” yang cantik bener ( yang belakangan hari kutahu adalah guru Bahasa Inggris yang baru ). Bener – bener aku klenger lihat “dewi” tadi, diantara temen cowok terlontarlah gurauan:”…. eh ono cewek ayu , ayo totohan sopo wani ngambung entuk selawe ewu “ (sssst ada anak baru tuh, ayo taruhan siapa yang berani cium dapet dua puluh lima ribu). Bukan karena uang yang duapuluh lima ribu (saat itu cukup berarti, apalagi buat anak kost seperti aku…..he..he) tapi memang karena “wis kepranan”melihat cah ayu tadi, kuberanikan diri menerima tantangan tadi. Hasilnya ??????

Aku memang berhasil “ngambung” cah ayu tadi, tapi aku dan teman sekelasku harus menanggung akibatnya, kami diskors selama seminggu, orangtua kami diminta menemui wali kelas dan selama satu bulan penuh kami wajib absen di kantor guru pada saat mau masuk sekolah dan pada saat bubaran sekolah.( kapokmu kapan ? )

Aku isiiin banget mengingat kejadian itu, but really I wanna hug, hug her again…………….(hush ……….ra sopan )
Miss Ratna…..(eh sekarang sudah Mrs……. kali) kami…..eh saya dunk, mohon maaf lagi.

Blue April……(kisah lama)

April 16, 2008

saat membaca berita soal deportasi WNI di amrik sono, kok segera kepikiran tentang sliramu to ? (..halllah sok care nih..) Tapi bener kok, aku begitu mengkhawatirkanmu, soalnya dulu kan kamu pamitnya bilang cuma ” dolan” ke amrik. Sampai sekarang kok gak pernah hubungi aku lagi,opo dah betah and dapet visa domisili di sana ? Nek gitu ya sokur soale dulu sering kau dendangkan lagu AGAIN punyaknya mbakyu iki :

a wounded heart you gave

my soul you took away

good intentions you had many

I know you did

lha..kok sekarang gantian aku yang ingat lagu itu dan kepikiran sliramu. Tapi sudahlah mudah mudahan kamu baik -baik saja ya.

Kenangan Desember 2007

Januari 9, 2008

Biarlah bulan dan tahun dah berganti,….nostalgia boleeeh doong.

Desember 2007 kemarin menjadi “momen” penting bagi kedua anakku, itulah saat pertamakalinya mereka “pulang kampung” ke ndeso bapakke di Jogja .

Tgl 19/12 hari terakhir aku masuk kantor, nglayap cari tiket dah kesorean…..so harus bersabar menunggu hari berganti. Esoknya bersama mantan pacar ( eh ibune bocah -bocah dung...) coba keliling cari tiket…….wah peeeenuuuueeeh kabeh, akhirnya dapet tiket bis jurusan Klaten…..gak papa kan lewat Jogja juga ( batinku menghibur diri )

Bis berangkat pkl 15.30, lewat jalur selatan, sepanjang jalan berkali kali kutanyakan kepada junior dan gadiskecilku : seneng nggak mau ke rumah Embah ?…Bastian + Owien : Seneng pa!, seneng Ma !……….Puji Tuhan sepanjang perjalanan junior dan gadis kecilku tidak rewel ( artinya saatnya tidur juga bisa tidur dengan nyenyak, meskipun harus ngruntel di jok bis)

Sampai Jogja jam 05.15, turun dari bis nyari kendaraaan untuk sampe rumah………..dan jam 06.05 nyampe halaman rumah, “bapak dan simbokku” kaget bercampur gembira melihat kedatanganku bersama keluargaku ( btw aku gak memberitahu sebelumnya ttg kepulanganku ini, biar jadi serprais maksude). Seharian kedua anakku bermain sama mbahnya.

O My Little Village of Boro

Misa malam Natal di Gereja Santa Theresia Lissieux Boro dilaksanakan 2 kali, pertama pkl 18.00 dan kedua pkl 20.00. Kami putuskan untuk berangkat yang jam 20.00 dengan alasan, andaikata anak – anak mau ikut, sorenya kan bisa bobo dulu.

Jadwal misa ternyata berubah, misa kedua yang sedianya jam 20.00, baru dimulai ketika jarum jam menunjukkan pkl 20.45

Hujan cukup lebat mengguyur bumi saat kami merayakan malam natal di “little village”.

Aku ingin malam natal seperti ini menjadi kenangan tak terlupakan bagi anak – anakku, sama seperti saat aku merayakannya beberapa puluh tahun yang lalu, saat aku masih kanak – kanak. Joy to the world, joy in our heart…..

another lonely christmas night

Desember 19, 2007

Saat menjelang Natal begini, kok mendadak ingatanku melayang ke beberapa tahun yang silam ( halllah ngomong wae arep nostalgila….).Saat aku merasa begitu kesepian, sendiri, tak punya apa -apa, dan bener -bener lonely selonli-lonlinya.

Kalo ndak salah malam Natal 1991, bulan Septembernya aku baru saja keluar dari tempat kerja , lalu untuk menyambung hidup, berkat kebaikan seorang teman, aku ikut jadi “kuli bangunan”( bener -bener kuline, btw aku ikut nggarap hotel The Regent, wisma Metropolitan III, satu lagi sebuah gedung di samping Graha purna Abdi di daerah Kuningan). Saat malam Natal aku ke gereja di jalan Malang ( St Ignatius) jalan kaki dari daerah Menteng Atas, lewat pasar Manggis, Jalan Guntur.

Hujan turun sejak sore, sebelum belokan ke pasar Manggis ada mobil sedan putih jalan kenceng, lewat genangan air brrrtt air terbang mengenai baju putihku………….ck..ck..ngelus dada aku, terpaksa balik lagi ke kontrakan temenku untuk ganti baju. ( walah soro emen dadi wong ra duwe...), jalan kaki lagi ke Jalan Malang. Sampai digereja, misa udah mulai…..terpaksa duduk diluar (pakai tenda), karena di dalam gereja dah penuh.

Misa selesai aku “nyenyuwun” sama Gusti Yesus ” Gusti Yesus nyuwun kawelasan, mugi Panjenengan Dalem karso paring berkah dumateng kawulo, paring sih nugroho dumateng kawulo……...intinya saya memohon untuk menjadikan segala sesuatunya lebih baik (dapat pekerjaan tetap, dapat hidup dgn benar dan baik, tentram…….dsb,dsb) …Oh I wish that I could start a branch new life..this lonely christmas night, this lonely christmas night (george baker selection )

Kini saat mengingat panyuwunan tadi, saya jadi semakin yakin akan jawaban doa tersebut, betapa maha welas asihnya Dia. Matur sembah nuwun Gusti, awit saking kawelasan Dalem. Natal kali ini aku bisa rayakan bersama orang- orang tercintaku ( istri dan kedua anakku).

 

Oh my love we’ve had our share of tears
Oh my friend we’ve had our hopes and fears
Oh my friends it’s been a long hard year
But now it’s christmas
Yes it’s christmas
Thank god it’s christmas (the Queen)

Hari Pahlawan

November 13, 2007

saat bercanda dengan junior dan gadis kecilku sambil iseng kubolak balik harian Kompas, edisi 12 Nov 2007, mataku tergelitik dengan tulisan ” Bung Tomo belum bergelar Pahlawan Nasional “

Lhoh piye to iki, waktu belajar sejarah di SD dulu tokoh ini menjadi salah satu idolaku karena sepak terjangnya menggelorakan semangat para ” arek – arek Suroboyo” memerangi Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Dan….tiap kali memperingati Hari Pahlawan, pikiran kita pasti langsung  tertuju pada “pertempuran Soerabaia” yang heroik itu kan ????

Merasa belum yakin aku cari info disini , hasilnya ternyata sama, memang beliau belum dapat gelar Pahlawan Nasional.

Entah siapa yang berkewajiban atau berwenang memberikan gelar tersebut, tapi seperti arek – arek Suroboyo saya tetap punya anggapan Bung Tomo pantas menyandang gelar Pahlawan, bagaimana dengan anda ? Setuju ??? Ragu? It’s up to you

Merdeka !!!!!!!